Garap Luxury dan Niche, LUXASIA Targetkan Indonesia Jadi Nomor Satu

Perusahaan omnichannel distributor produk skin care, fragrance, hair care, make up, dan lifestyle, LUXASIA Group, menargetkan Indonesia dapat menjadi pasar terbesar pada tiga sampai lima tahun mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Group Chief Executive Officer (GCEO) LUXASIA, Dr. Wolfgang Baier, saat ditemui CNN Indonesia, di kantornya, Jakarta.

Baier menyebutkan, saat ini posisi Indonesia ada di tempat ketiga, di bawah Singapura yang menjadi kantor pusat LUXASIA, dan Malaysia. Padahal, ketika ditunjuk sebagai CEO pada 2016, posisi Indonesia masih di bawah enam besar.

“Fantastis, dari posisi di luar lima besar ke posisi tiga dan tumbuh 11 kali dalam waktu enam tahun. Bisa dibayangkan bagaimana pertumbuhan ini kita upayakan,” ujarnya.

Melihat potensi Indonesia yang memiliki proyeksi pertumbuhan positif pada tahun depan, Dr. Baier pun optimis LUXASIA Indonesia akan menggeser posisi Singapura pada tiga hingga lima tahun mendatang. Tentunya, hal ini dapat tercapai melalui upaya dari LUXASIA untuk terus meningkatkan bisnisnya.

Baier mengungkapkan, saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat bagus dan stabil. Di sisi lain, konsumen sudah mulai teredukasi, sehingga mendorong minat ke produk-produk yang lebih berkualitas.

Pada 2023, dia pun memprediksikan untuk segmen premium cosmetic dapat tumbuh antara 11-13 persen, premium fragrance 6-8 persen, premium hair care 9-11 persen, sementara untuk premium skin care 10-12 persen.

Penting untuk dicatat bahwa di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, pertumbuhan niche fragrance bahkan lebih tinggi daripada premium fragrance. Tentunya, untuk mencapai target tersebut, LUXASIA telah menyiapkan beberapa strategi.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain, mendorong pertumbuhan brand yang sudah ada, melakukan ekspansi channel, bekerja sama dengan brand baru, serta mendorong akselerasi channel dengan cepat.

Sebelumnya, Dr. Baier menambahkan, segmen luxury beauty sangat fokus di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Persepsi ini pun sudah mulai diubah, terlebih Indonesia merupakan negara yang sangat luas dan terdiri dari banyak pulau.

“Saat ini kita sudah membuka butik di 12 kota dan akan terus bertambah. Kita akan membawa luxury lifestyle ke lebih banyak orang,” ucap dia.

Di samping itu, LUXASIA juga tetap akan mendorong jaringan e-commerce sudah semakin matang sebagai platform. Dr. Baier pun menegaskan pihaknya sudah membangun website untuk setiap brand sehingga orang dapat dengan mudah memberikan informasi yang benar dan pengalaman terbaik.

Tak hanya itu saja, Dr. Baier menilai pergeseran bisnis LUXASIA dari beauty distributor menjadi luxury lifestyle pada beberapa waktu terakhir juga membuka potensi baru.

“Hal tersebut akan meningkatkan pertumbuhan kita berlipat, di mana banyak kesempatan untuk menghadirkan produk terbaik bagi konsumen,” tegas Dr. Baier.

Dalam menggarap pasar luxury lifestyle, LUXASIA melihat ada satu segmen yang saat ini terus membesar, yakni produk-produk kategori niche. Menurut Dr. Baier, saat ini konsumen mulai mencari barang yang tingkat peredarannya kecil.

“Mereka lebih mencari niche luxury beauty, yang tidak bisa ditemukan di sembarang tempat. Dan ini juga menjadi kekuatan utama industri luxury,” sebutnya.

Dia pun sadar, produk niche mengharuskan kondisi supaya tidak semua orang dapat membelinya. Akan tetapi, perusahaan harus dapat memasarkannya sebanyak mungkin, sehingga dapat membiayai produksi dan infrastruktur yang menyertai.

Untuk menangkap peluang tersebut, LUXASIA pun sudah memiliki strategi khusus. Salah satunya adalah memanfaatkan butik atau toko sebagai pusat peredarannya.

Dr. Baier percaya butik akan menjadi pusat dari produk niche. Butik dapat memberikan pengalaman bagi konsumen secara langsung untuk merasakan produk yang terbatas.

“Jadi kita percaya untuk tetap membuatnya kecil. Seperti dulu, ketika banyak orang pergi ke Paris untuk membeli produk-produk mewah,” kata dia.

Tak hanya itu saja, LUXASIA juga akan memanfaatkan e-commerce sebagai salah satu jalur penjualan. Hanya saja, Dr. Baier menegaskan bahwa pihaknya hanya akan memanfaatkan platform terbaik dan paling terpercaya untuk memasarkan produk yang terbatas.

“Jadi kita memulainya dengan menghadirkan butik untuk memberikan pengalaman bagi pelanggan dan satu e-commerce terpercaya,” tegasnya.