Inspirasi Hesti Novera Imelda, menyulap sampah plastik menjadi karya seni yang mendatangkan uang nyata

Jakarta – Suara pejalan kaki berbicara di pinggir jalan sekitar Candi Mangkunegaran di Kota Solo. Bilik berwarna coklat yang terbuat dari bilah bambu dan barang-barang dekoratif seperti lukisan, kalung, gelang dan tas ditempatkan dengan baik di sana.

SAM atau Solo Art Market 2023 diselenggarakan sebagai wadah para pelaku industri kreatif Kota Solo slot online 777 untuk mempresentasikan dan menjual produknya. Lokasi Bazar dan Pameran Pasar Seni Solo kali ini berlokasi di kawasan Pasar Triwindu, Solo, Jawa Tengah.

Hesti Novera Imelda (47 tahun) merupakan salah satu aktor asal Solo yang menampilkan produk tangan di lingkungan yang bernilai komersial tinggi. Ia merupakan seorang seniman yang membuat hiasan bunga dari kantong plastik (sampah plastik). Selain bunga, juga menggunakan kantong plastik dan berbagai kerajinan tangan dari botol bekas (akuarium, vas, pot bunga, dan celengan).

“Bunga plastik mudah dirawat. Mudah dicuci karena tahan air. Tidak akan ditumbuhi lalat berbintik hitam seperti bunga tiruan. Tapi durasinya tergantung kualitas kantong plastik itu sendiri, Imelda ditemui Liputan6.com, Minggu (23/5) di Solo Art Market 2023.

Sebagai ibu rumah tangga yang sibuk, Imelda mengaku sering membawa plastik ke dalam rumah meski menggunakan tote bag. Saat melihat tumpukan kantong plastik yang hanya dijadikan sampah, ia merasa tidak puas.

Awal mula transformasi sampah menjadi seni

“Kami tidak memanfaatkannya kembali, tapi kami membuat kerajinan tangan yang bisa dijadikan hiasan interior atau lainnya,” ujarnya. Termasuk memanfaatkan sampah botol dan galon yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari.

Imelda menegaskan, barang-barang bekas seperti kantong plastik dan galon akan dimanfaatkan kembali sehingga bermanfaat tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga masyarakat. “Kalau botol atau galonnya dijual cuma Rp 500, kalau berani beli Rp 1.000. Katanya, kalau botol-botol ini diproduksi menjadi produk teknis seperti celengan dengan sistem air brush. , harganya bisa Rp 30.000 sampai Rp 40.000,” ujarnya.