Listrik 7 Juta Rumah di Ukraina Padam Buntut Serangan Rudal Rusia

Lebih dari tujuh juta rumah di Ukraina gelap gulita akibat listrik padam setelah diserang rudal Rusia pada Selasa (15/11). Keterangan resmi kepresidenan mengonfirmasi hal tersebut.

“Lebih dari tujuh juta rumah sekarang mengalami putus listrik setelah 15 fasilitas energi di Ukraina rusak oleh rudal Rusia,” kata Kyrylo Tymoshenko, salah satu deputi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, seperti diberitakan AFP.

“Teknisi kami sekarang melakukan segalanya untuk menyambungkan kembali daya secepat mungkin.”

Senada, Presiden Zelensky dalam sebuah video juga mengatakan sedang berusaha memulihkan listrik setelah sekitar 85 rudal ditembakkan Rusia ke fasilitas energi Ukraina.

“Kami sedang bekerja dan akan memulihkan semuanya,” kata Zelensky.

Namun, serangan itu juga merusak fasilitas energi di Kryvyi Rih yang membuat mereka juga sulit untuk memberikan pasokan listrik.

Tak hanya itu, Moldova, yang berbatasan dengan Ukraina, juga melaporkan pemadaman listrik karena misil yang ditembakkan ke negara tetangganya tersebut. Mereka meminta Moskow “menghentikan penghancuran sekarang”.

Kondisi 7 juta rumah tanpa listrik tersebut dinilai menghilangkan kegembiraan Ukraina setelah berhasil merebut kembali kota Kherson saat para pemimpin dunia berkumpul di KTT G20.

Rusia menggempur kota-kota dan fasilitas energi di Ukraina dalam gelombang baru serangan rudal pada Selasa (15/11).

Rudal menghujani wilayah dan beberapa kota di Ukraina, seperti ibu kota Kyiv, Lviv dan Rivne di barat, Kharkiv di timur laut, Kryvyi Rih dan Poltava di tengah, Odesa di selatan dan Zhytomyr di utara.

Walikota Lviv mengatakan listrik padam di kota itu dan walikota Kharkiv Ihor Terekhov mengatakan fasilitas infrastruktur penting juga rusak di sana.

Gubernur Rivne Vitaliy Koval mengatakan telah terjadi serangan rudal tetapi melaporkan tidak ada korban di kotanya.

Beberapa pejabat pemerintahan Ukraina menilai serangan itu jadi respons Rusia atas pidato Presiden Volodymyr Zelensky di KTT G20, salah satunya adalah Kepala Staf Kepresidenan Andriy Yermak.

“Rusia menanggapi pidato kuat @Zelenskiy di #G20 dengan serangan rudal baru. Apakah ada yang benar-benar berpikir bahwa Kremlin benar-benar menginginkan perdamaian? Ia menginginkan kepatuhan. Tetapi pada akhirnya, teroris selalu kalah,” cuit Andriy Yermak.

Senada, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba juga menggambarkan serangan itu sebagai tanggapan Rusia atas seruan untuk pembicaraan damai.

“Rudal Rusia membunuh orang dan menghancurkan infrastruktur di seluruh Ukraina sekarang. Inilah yang harus dikatakan Rusia tentang masalah pembicaraan damai,” tulisnya di Twitter.

“Berhenti mengusulkan Ukraina untuk menerima ultimatum Rusia! Teror ini hanya dapat dihentikan dengan kekuatan senjata dan prinsip kami.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *