Masa Tunggu Haji Lama, Bolehkah Diganti Umrah Saja? Kata Buya Yahya Seperti

Banyak muslim yang mendambakan ibadah haji. Sampai-sampai mereka rela menunggu antrean haji reguler yang cukup lama.

Ya, antrean panjang haji reguler dikala ini menjadi keadaan sulit yang dihadapi masyarakat. Ingin tak berharap, daftar hajinya tahun ini tetapi berangkatnya dapat jadi 10 sampai 20 tahun kemudian.

Ada banyak elemen yang membuat masa tunggu haji lama, di antaranya karena Indonesia termasuk negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Orang daftar haji banyak, tetapi kuota yang diberi terbatas per tahun.

Di sisi lain, yang daftar haji terus bertambah setiap tahunnya. Akhirnya, daftar antrean haji kian menumpuk dan panjang. Inilah yang membuat masa tunggu haji lama.

Masa tunggu haji lama membuat beberapa judi bola terpercaya orang mempertimbangkan mengganti ibadah tersebut dengan umrah. Tersebut ini malah sempat akan dilakukan oleh salah seorang penanya kajian Al Bahjah dari Bekasi, Jawa Barat. Tapi, sebelum mempertimbangkan dia lebih dahulu bertanya terhadap KH Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya) tentang keadaan sulit tersebut.

Rencana Haji Diganti Umrah

Sebelum bertanya, penanya tersebut bercerita bahwa adiknya telah membiayai ibadah haji orang tuanya. Sebulan sebelum keberangkatan, orang tuanya meninggal dunia dan sekarang ibadah hajinya telah dibadalkan.

“Sekarang adik aku berharap uang yang diaplikasikan untuk menghajikan orang tua kami konsisten diaplikasikan ke Baitullah. Dengan kesalehan hati beliau uang tersebut diberi terhadap aku dan suami aku untuk berangkat ke Tanah Suci,” katanya dikutip dari tayangan YouTube Al Bahjah Layar.

Sang adik berharap uang tersebut benar-benar diaplikasikan ibadah ke Tanah Suci. Pun, dia menjanjikan akan mengurus dia seluruh haji yang tarif dari persiapan sampai kepulangan. Sang adik juga sampai mempersilakan dirinya sebetulnya berharap memilih ibadah umrah.

Setelah penanya mencari tahu, sesudah masa tunggu ibadah haji di daerahnya telah 21 tahun, telah dia telah menginjak kepala 5. Itu artinya, dia akan berangkat haji dia usianya sekitar 70 tahun.

Menunggu antrean haji yang cukup lama menjadi keadaan sulit baginya. Ia malah bertanya terhadap Buya Yahya, apakah boleh rencana ibadah haji diganti menjadi umrah karena mempertimbangkan mempertimbangkan dan umur adiknya yang belum tentu terlaksana?