Pasar Indonesia Terbuka dan Jangan Dimonopoli

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut pasar Indonesia terbuka dan mekanismenya harus diwujudkan. Maka dari itu, pemerintah tidak ingin pasar dikuasai oleh beberapa pihak saja dan industri jangan dimonopoli.

“Dengan adanya pengembangan bisnis Pelita Air Service, bisa mencegah adanya monopoli dalam industri penerbangan. Market kita ini market terbuka. Coba lihat, kemarin teriak-teriak tiketnya Garuda mahal. Sekarang kita ada Pelita Air,” kata Erick saat konferensi pers awal tahun 2023 bertema “BUMN 2023: Tumbuh dan Kuat untuk Indonesia” di Kementerian BUMN, Jakarta.

Menurut Erick, semua jenis industri, termasuk penerbangan, tidak boleh dimonopoli oleh pihak-pihak tertentu. Dalam industri penerbangan, misalnya, ada beberapa BUMN yang menggarap segmen pasar yang berbeda.

“Kalau Garuda yang premium, Citilink di low cost, Sementara untuk Pelita ada di tengah-tengah,” jelas Erick.

Dikatakan, BUMN bakal membuat ekosistem bisnis pariwisata. Ekosistem bisa terbentuk kalau tidak saling curiga satu sama lain.

“Ekosistem itu terjadi kalau semua stakeholder menaruh egonya di tengah. Ini yang tengah kita dorong dan wujudkan segera,” ucap Erick.

Di dalam ekosistem pariwisata itu, nanti akan jelas pengelola bandara, tujuan wisata, hotelnya hingga moda transportasinya. Kesatuan ekosistem ini melibatkan tak hanya perusahaan pelat merah, tapi juga banyak perusahaan swasta lain yang terlibat.

“Yang namanya orang datang ke airport itu membutuhkan alat transportasi seperti taksi, Gojek, Grab, dan lainnya. Itu adalah ekosistem. Ini yang kita dorong,” urai Erick Thohir.

Namun, Erick menegaskan pemerintah tidak akan turut serta dalam menciptakan alat transportasi baru ke arah bandara karena saat ini sudah cukup yang ada.