Top 3 Tekno: Elon Musk Tak Ingin Jadi CEO Terus Menerus Jadi Sorotan

Ungkapan Elon Musk yang tak ingin menjadi CEO di Twitter dan beberapa perusahaan lainnya terus-menerus, menjadi sorotan para pembaca di kanal Tekno kemarin.

Berita lain yang juga populer datang dari Snapdragon 8 Gen 2 yang menjadi standar baru di sistem fotografi HP Android.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler berikut ini.

Elon Musk Ogah Terus Menerus Jadi CEO Twitter dan Perusahaan Lain

Mengepalai beberapa perusahaan besar, Elon Musk mengungkapkan dirinya ternyata tidak ingin menjadi CEO di mana pun, termasuk di Twitter yang baru-baru ini ia ambil alih.

Hal ini diungkapkannya dalam kesaksian di persidangan pada hari Rabu waktu setempat, terkait paket kompensasi besarnya di Tesla.

Persidangan ini dimulai pada senin dan berfokus pada apakah dewan direktur Tesla bertindak dengan tepat ketika menyetujui paket pembayaran untuk Musk yang sekarang bernilai sekitar USD 52 miliar, pada harga saham baru-baru ini.

Namun, kesaksian Musk juga meluas ke topik lain termasuk gelarnya, bagaimana dia menghabiskan waktunya, dan apakah dia mabuk saat memberikan gelar ke dirinya sendiri sebagai “technoking” Tesla di 2021.

“Saya terus terang tidak ingin menjadi CEO perusahaan mana pun,” kata Musk saat menjawab pertanyaan dari pengacara yang mewakili Tesla, dikutip dari The Verge, Kamis (17/11/2022).

Musk menjelaskan mengapa tidak tidak menyukai gelar CEO di berbagai perusahaan, mencatat dia tidak memandang perannya sebagai kepala eksekutif seperti biasanya.

“Di SpaceX, saya benar-benar bertanggung jawab atas rekayasa roket dan Tesla atas teknologi di dalam mobil yang membuatnya sukses,” kata Elon.

Elon mengatakan lebih lanjut bahwa CEO sering dipandang sebagai peran yang berfokus pada bisnis.

Snapdragon 8 Gen 2 Jadi Standar Baru Motret Pakai HP Android

Qualcomm sudah mengumumkan kehadiran Snapdragon 8 Gen 2 sebagai chipset terbarunya, dan akan siap terpasang di seluruh merek HP Android flagship tahun depan.

Dengan perkenalan chipset baru ini, perusahaan asal Amerika Serikat ini juga membawa sejumlah peningkatan khususnya dalam prosesor AI Hexagon di Snapdragon 8 Gen 2.

Dipadukan dengan Sensing Hub yang berisikan prosesor AI audio dan medukung fitur always-sensing camera, Snapdragon 8 Gen 2 mampu mendongkrak performa AI 4,35x dari generasi sebelumnya.

Walau memiliki performa tinggi, ternyata perusahaan dapat mengurangi konsumsi daya baterai hingga 60 persen.

Berbekal teknologi ini, Qualcomm mengklaim vendor ponsel dapat mengoptimalkan kemampuan kamera mereka dapat bersaing dengan chipset Tensor buatan Google di ponsel Pixel.

Lewat Snapdragon Sight baru, Qualcomm mampu mendefinisikan era baru memotret pakai HP Android layaknya menggunakan kamera profesional.

Melalui cognitive ISP (image signal processor) pertama di dunia yang dibuat oleh Qualcomm, Snapdragon 8 Gen 2 dapat secara otomatis meningkatkan foto dan video secara real-time dengan apa yang disebut segmentasi semantik.

Tablet Redmi Pad Meluncur di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya

Xiaomi secara resmi merilis tablet pertama dari lini Redmi yaitu Redmi Pad di Indonesia, hari ini, Kamis (17/11/2022).

Redmi Pad ditenagai oleh prosesor MediaTek Helio G99 dengan fabrikasi 6nm dan kecepatan hingga 2,2 GHz. Xiaomi mengklaim perangkat ini dapat menjalankan berbagai aplikasi termasuk untuk bermain game.

Redmi Pad juga didukung memori LPDDR4X + UFS 2.2 dengan RAM 6GB yang mendukung fitur ekspansi RAM hingga 2GB. Untuk ROM-nya berkapasitas 128GB yang mendukung penyimpanan eksternal MicroSD hingga 1TB.

Di sektor layar, perangkat Xiaomi yang satu ini memiliki ukuran layar 10,61 inci, serta mendukung pemutaran video dengan resolusi tinggi hingga 2K.

Refresh rate dari tablet ini adalah 90Hz, serta telah memiliki built-in blue light reduction yang juga telah mendapatkan sertifikasi low light dari TÜV Rheinland.

Xiaomi menyebut, Redmi Pad tablet pertama di dunia yang menerima sertifikasi SGS Low Visual Fatigue, sehingga tetap nyaman dan aman untuk mata saat digunakan dalam waktu yang lama maupun dalam kondisi kurang cahaya.

Untuk memberikan pengalaman yang lebih imersif, tablet ini juga dilengkapi dengan quad speaker berteknologi Dolby Atmos, untuk menghasikan kualitas audio yang jernih dan kuat.

Tanggapi Ultimatum Elon Musk, Ratusan Karyawan Twitter Pilih Mundur

Krisis di Twitter belum usai. Ratusan karyawan kabarnya mengundurkan diri setelah munculnya ultimatum Elon Musk pada pekan ini, yang meminta mereka memilih untuk kerja sangat keras atau mundur dengan pesangon.

Dilansir The Verge, dikutip Jumat (18/11/2022), sebelum tenggat waktu pada hari Kamis waktu setempat, terdapat sekitar 2.900 karyawan yang tersisa di Twitter, usai Musk memecat sekitar setengah dari 7.500 orang pekerja.

Namun, tidak diketahui persis berapa jumlah karyawan yang memilih untuk cabut dari perusahaan setelah email Elon Musk. Diperkirakan ratusan orang.

“Saya tidak menekan tombolnya,” kata seorang karyawan yang memilih keluar dalam unggahannya di Slack. “Jam saya berakhir di Twitter 1.0. Saya tidak ingin jadi bagian dari Twitter 2.0.”

Kepada The Verge, seorang karyawan Twitter yang tersisa mengklaim, mengingat besarnya pengunduran diri pekan ini, platform media sosial itu diperkirakan akan segera hancur.

Seorang staf juga menyebut bahwa semua orang yang membuat Twitter jadi “luar biasa” pergi. “Akan sangat sulit bagi Twitter untuk pulih dari sini, tidak peduli seberapa keras upaya orang-orang yang tetap bertahan.”

Sumber karyawan yang meminta anonimitas juga mengatakan, beberap tim teknis yang penting juga telah mengundurkan diri sepenuhnya atau paling tidak hampir seluruhnya.

Misalnya, tim yang memelihara core system libraries yang digunakan oleh setiap insinyur di perusahaan, tidak ada lagi setelah hari Kamis. Karyawan itu pun mengatakan Twitter tidak bisa dijalankan tanpa mereka.

Akses ke Kantor Ditangguhkan

Gaya kepemimpinan Elon Musk sendiri tidak disukai oleh banyak karyawan Twitter. Di sisi lain, CEO Tesla juga dikabarkan takut akan adanya sabotase perusahaan.

Dia dilaporkan menemui sekelompok insinyur senior pada Kamis, untuk mengetahui mengapa banyak dari mereka yang berencana untuk pergi.

Setelah tenggat waktu untuk email Musk, email tanpa tanda tangan dikirim ke karyawan dan menyatakan, badge access ke kantor Twitter akan ditangguhkan hingga Senin.

Sebelumnya, Elon Musk dikabarkan memberikan ultimatum kepada karyawan Twitter yang masih bekerja di sana lewat sebuah email tengah malam. Isinya: pilih berkomitmen pada budaya “hardcore” di Twitter atau pergi dengan pesangon.

Dilaporkan The Washington Post, karyawan yang ingin tetap bekerja, diminta untuk menandatangani formulir daring dengan tenggat waktu hari Kamis pekan ini, pukul 5 sore waktu Timur.

Sementara jika karyawan menolak untuk menandatangani formulir itu, mereka akan dianggap keluar dan bakal menerima uang pesangon untuk tiga bulan.

Ultimatum Elon Musk

Dalam emailnya, CEO Tesla itu juga mengatakan bahwa untuk membangun terobosan di “Twitter 2.0” dan berhasil di dunia yang makin kompetitif, karyawan harus sangat keras atau “extremely hardcore.”

“Ini berarti bekerja berjam-jam dengan intensitas tinggi. Hanya kinerja luar biasa yang akan menjadi nilai kelulusan,” kata Musk.

Dalam surat itu, Musk juga mengatakan Twitter akan lebih digerakkan oleh teknik. Selain itu, desain dan manajemen produk juga dinilai penting.

“Tetapi mereka yang menulis kode hebat akan menjadi mayoritas tim kita dan memiliki pengaruh besar,” kata orang terkaya di dunia versi Forbes itu. “Siapa pun yang belum melakukannya hingga pukul 17.00 ET besok (Kamis) akan menerima pesangon selama tiga bulan.”

Ultimatum Elon Musk ini menambah serangkaian “drama” yang terjadi di balik layar perusahaan media sosial itu, setelah diambil alih oleh sang bos SpaceX beberapa waktu lalu.

Sehari setelah mencaplok Twitter, Musk segera memecat beberapa petinggi perusahaan, termasuk CEO saat itu Parag Agrawal.