Aktivis Mesir Surati Keluarga Akhiri Mogok Makan usai Jalani 7 Bulan

Aktivis Mesir, Alaa Abdel Fattah, mengakhiri aksi mogok makan usai melakukannya selama tujuh bulan.

“Saya telah mengakhiri aksi mogok makan,” kata Fattah dalam sebuah surat yang dikirim untuk keluarganya, seperti dikutip AFP, Selasa (15/11).

Dalam sehari, Fattah hanya mengonsumsi seratus kalori selama tujuh bulan.

Fattah merupakan aktivis yang vokal dalam pemberontakan Mesir pada 2011 lalu. Ketika itu, ia dan 24 rekannya menggelar unjuk rasa damai menentang rancangan konstitusi yang memungkinkan pengadilan militer terhadap warga sipil.

Mereka berdemo di gedung Dewan Syura. Namun, aksi itu dibubarkan aparat setempat.

Para demonstran dituduh melakukan unjuk rasa ilegal dan menyebabkan kerusuhan. Penuntut juga menuding Fattah memukuli dan mencuri walkie-talkie petugas keamanan bernama Emad Tohoun. Ia kemudian mendekam di penjara selama beberapa tahun.

Lalu pada 2019, Fattah dijatuhi hukuman tambahan lima tahun penjara karena diduga menyebarkan berita bohong setelah berbagi unggahan di Facebook. Unggahan itu menyoroti pelanggaran hak asasi manusia di penjara Mesir.

Pada 2021 lalu, ia memperoleh kewarganegaraan dari Inggris. Sejak saat itu, ia memiliki hal menerima kunjungan konsuler dari perwakilan kedutaan Inggris, tetapi hal itu selama ini ditolak pemerintah Mesir.