Beli Saham dengan Informasi Orang Dalam, Kreator Sonic Ditahan Polisi

Salah satu kreator Sonic the Hedgehog dan mantan Head of Developer Sonic Team Yuji Naka dilaporkan telah ditahan oleh kepolisian Jepang. Ia ditahan karena disebut telah melakukan perdagangan saham yang memanfaatkan informasi dari orang dalam.

Dikutip dari Polygon, Yuji diduga telah membeli saham pengembang Aiming pada awal 2020, berdasarkan informasi orang dalam. Dari informasi itu, Aiming disebut akan mengembangkan game mobile Dragon Quest, Dragon Quest Tact.

Padahal ketika itu, kemitraan antara Square Enix dengan Aiming belum dipublikasikan. Sementara Yuji saat itu juga tengah bekerja di Square Enix.

Berdasarkan investigasi, Yuji disebut telah membeli 10.000 saham Aiming dengan harga sekitar 2,8 juta yen setelah mengetahui pengembang itu akan membuat Dragon Quest Tact pada akhir Januari 2020.

Disebutkan, ia membeli saham itu dengan asumsi mendapat untung dari kenaikan harga setelah pengumuman dan rilis Dragon Quest Tact. Kendati demikian, belum diketahui apakah Yuji benar-benar menjual saham miliknya setelah game tersebut rilis.

Di sisi lain, sebelum Yuji, dua mantan karyawan Square Enix lainnya juga ditahan dengan tuduhan yang sama. Bahkan, kedua karyawan itu diketahui sudah menjual saham Aiming miliknya setelah pengumuman Dragon Quest Tact, dan berhasil menghasilkan keuntungan puluhan juta yen.

Terkait adanya kasus ini, Square Enix menyebut perusahaan bekerja sama sepenuhnya dengan aparat penegak hukum. Mereka pun menyatakan keprihatinan dengan adanya kasus ini, termasuk memberikan tindakan disipliner bagi karyawan yang dicurigai.

Sebagai informasi, Yuki menciptakan Sonic the Hedgehog bersama dengan seniman Naoto Ohshima. Yuki meninggalkan Sega pada 2006 dan menjadi developer mandiri sebelum bergabung dengan Square Enix pada 2018.

Sega Buka Cabang di Singapura, Fokus untuk Pasar Asia Tenggara

Di sisi lain, Sega Corporation mengumumkan telah secara resmi meluncurkan anak perusahaan barunya yang berbasis di Singapura. Sega Singapore Pte. Ltd, resmi didirikan 13 Oktober 2022, dan nantinya akan fokus untuk bisnis mereka di wilayah Asia Tenggara.

Mengutip IGN Southeast Asia, Sega sebelumnya sudah mendirikan basis penerbitan dan studio pengembangan di beberapa negara, di mana mereka memproduksi game dan meluncurkan bisnis terkait yang sesuai dengan pasar lokal.

Beberapa studio Sega yang sudah ada di antaranya Sega of America di Irvine, California, Amerika Serikat, dan Sega Europe di London, Inggris.

Dikutip dari gamesindustry.biz, cabang ini nantinya akan bertanggung jawab untuk menangani riset pasar lokal, serta pemasaran untuk mempromosikan judul dan inisiatif Sega lainnya di Asia Tenggara.

Siapkan Pembentukan Operasi Bisnis Lebih Lanjut

Perusahaan yang memiliki karakter Sonic dan kawan-kawannya ini mengatakan, strategi tersebut diharapkan akan bertumbuh secara signifikan di masa depan.

“Singapura telah mencapai pertumbuhan ekonomi yang luar biasa sebagai pusat utama di kawasan Asia Tenggara mengingat lokasinya yang nyaman dan kebijakan pemerintah yang ramah bisnis,” tulis perusahaan dalam pengumumannya.

Dengan penetapan Sega Singapura sebagai basis utama untuk memimpin operasi di Asia Tenggara, perusahaan akan terus mempersiapkan dan mempelajari pembentukan operasi bisnis dengan lebih lanjut di kawasan ini.

Selain itu, Sega juga ingin memberikan konten-konten dari Jepang, termasuk kekayaan intelektual Sega, secara lebih luas untuk orang-orang di seluruh dunia.

Sega Singapore menjadi perusahaan game terbaru, menyusul beberapa studio dan publisher lain yang sudah membuka cabangnya di negara itu, antara lain Ubisoft dan Bandai Namco.

Singapura juga menjadi rumah bagi sejumlah developer seperti studio Mighty Games dan Daylight Studios.