Ekspansi Bisnis, Anak Usaha ASSA Garap Jasa Pengiriman UMKM

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) sebagai emiten yang bergerak di bidang mobilitas, logistik dan penunjangnya akan menggarap pasar pengiriman untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

ASSA melihat potensi sangat besar dari bisnis UMKM, sehingga melalui anak usaha PT Tri Adi Bersama (Anteraja) mengembangkan pasar non-platform di business to business (B2B) dan UMKM untuk memperkuat kinerja perseroan.

Direktur ASSA and CEO Anteraja Suyanto menjelaskan akan mendorong transformasi digital UMKM serta mendukung pemberdayaan bagi para pemilik UMKM.

“Program anter UMKM sukses bertujuan untuk menyediakan media pelatihan sehingga para peserta dapat mengembangkan pengetahuan bisnisnya terkait manajemen rantai pasok dan e-commerce, meningkatkan keterampilan usaha praktikal terkait manajemen keuangan dan pemasaran digital, serta memperluas jaringan koneksi untuk mendukung pertumbuhan bisnis,” kata Suyanto, di Jakarta.

Mengutip data dari kementerian koperasi dan UMKM (Kemenkop UMKM), besarnya potensi UMKM Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Pada tahun 2019 saja, jumlah UMKM di Indonesia tercatat 64,19 juta unit, dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional mencapai 60%. Dari jumlah tersebut, sebanyak 37 juta UMKM diantaranya dikelola oleh perempuan.

Dari sisi lain, Country Manager IFC untuk Indonesia dan Timor-Leste, Azam Khan menjelaskan sektor UMKM dan pengusaha mikro yang sebagian besar adalah perempuan merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia, menciptakan lapangan kerja, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.

“Ditengah pertumbuhan ekonomi digital yang berkembang pesat dan berkelanjutan, kita perlu mendorong serta memberdayakan pelaku UMKM agar dapat memanfaatkan perangkat digital yang memungkinkan mereka menciptakan peluang baru, serta meningkatkan pendapatan maupun taraf hidup masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Namun demikian, pengusaha perempuan masih menghadapi tantangan yang besar dalam mengembangkan bisnisnya, seperti terbatasnya akses ke pelatihan kewirausahaan, minimnya literasi digital, hingga kurangnya akses permodalan dari lembaga formal.

Dalam hal ini, melalui program pelatihan “Anter UMKM Sukses”, Anteraja juga turut berpartisipasi dalam pemberdayaan pengusaha, khususnya perempuan pengusaha.

Dorong Ekspor UMKM, Kemenkeu Gelar Expo di Tangerang

Kementerian Keuangan Satu Provinsi Banten, menggandeng Transmart Mall Graha Raya, Kota Tangerang Selatan menggelar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Expo. Pameran produk rumahan itu diikuti 40 pelaku UMKM bergerak dalam bidang kerajinan tangan, kuliner, dan fashion, hingga 25 Desember 2022.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Banten, Nuning Sri Rezeki Wulandari mengatakan, dampak pandemi COVID-19 menggoyahkan perekonomian baik mulai dari lingkup sederhana yaitu keluarga dan lingkup yang lebih luas yaitu perekonomian negara.

Dalam pembukaan UMKM Expo tersebut, Nuning mengatakan, ekonomi kreatif berperan penting bagi ekonomi nasional pun banyak yang mengalami kegagalan atau collaps.

“Di saat ekonomi negara terganggu karena pandemi COVID-19, UMKM lah yang berperan penting untuk menstabilkan kondisi, untuk itu UMKM harus terus didorong agar tetap bisa berjalan menjadi motor penggerak ekonomi negara,” katanya.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM saat ini mencapai 64,19 juta dengan memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,97 persen atau senilai Rp 8.573,89 triliun. Serta mampu menyerap tenaga kerja dunia usaha sebanyak 117 juta pekerja atau 97 persen.

“Dalam kesempatan ini, tidak ada salahnya kita perlu mengingat kembali kondisi UMKM selama pandemi, menurut Kemenkop-UKM terdapat sekitar 37.000 UMKM yang memberikan laporan bahwa UMKM terdampak sangat serius, dengan ditandai sekitar 48 persen UMKM mengalami masalah bahan baku,” kata Nuning.

Lalu 77 persen pendapatannya menurun, 88 persen UMKM lainnya mengalami penurunan permintaan produk, dan bahkan 97 persen UMKM mengalami penurunan nilai aset.

Oleh karena itu, dia melanjutkan, pemerintah meluncurkan sejumlah program dukungan dan pemberdayaan kepada UMKM baik dalam bentuk insentif dukungan bagi UMKM melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), kredit usaha, subsidi bunga, dan penjaminan kredit modal.

Pertamina SMEXPO 2022 Dukung UMKM Binaan Naik Kelas

PT Pertamina (Persero) untuk ketiga kalinya menggelar SMEXPO. Pertamina SMEXPO 2022 mengusung konsep hybrid, artinya tidak hanya digelar secara online tapi juga offline. Tahun ini, Pertamina SMEXPO mengusung tema Asli Indonesia, Asli Kerennya.

Tercatat, sebanyak 500 UMKM binaan Pertamina akan berpartisipasi secara online maupun offline dalam Pertamina SMEXPO 2022. Selain itu, sejumlah investor dikabarkan akan ikut serta untuk menanamkan investasinya di beberapa UMKM binaan Pertamina.

Berdasarkan pantauan B-Universe, sebanyak 35 UMKM binaan Pertamina hadir secara offline di Mall FX Sudirman, Jakarta Pusat. Mereka memamerkan produk unggulan, mulai dari fashion, kosmetik, makanan, aksesoris, kerajinan tangan dan lain sebagainya.

Peserta UMKM binaan Pertamina mengaku sangat terbantu dengan adanya SMEXPO 2022. Pasalnya, adanya pembinaan dan pelatihan yang dilakukan pertamina untuk meningkatkan omzet penjualan.

Pemilik UMKM Batik Bantul, Budi, mengaku beruntung dilatih oleh Pertamina dari segi penjualan produk melalui pemanfaatan media sosial (Medsos).

“Selaku UMKM batik, pertama dari permodalan yang jelas karena saya menjadi mitra. Kedua saya juga dilatih baik cara penggunaannya media sosial baik IG Facebook maupun Tik Tok selalu dibina oleh Pertamina. Saya juga diikutsertakan berbagi pameran-pameran yang diadakan oleh Pertamina,” kata Budi.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ismail, selaku pemilik Bali Honey, UMKM yang menjual madu asli. Bahkan di hari pertama digelar secara offline, Bali Honey telah mendapatkan calon investor yang nantinya akan berinvestasi.

“Pameran hari ini bagi saya luar biasa karena hari ini, saya dapat potensial buyer yang besar. Kemudian, ada calon investor yang berniat menanamkan modal di perusahaan kami,” kata Ismail.

Ismail menambahkan, pencapaian yang dihasilkan Bali Honey melalui pameran ini, tentunya sangat membanggakan bagi kalangan pelaku UMKM, sekaligus merupakan upaya untuk naik kelas.

“Pertamina sendiri punya banyak sekali program yang bisa memberdayakan UMKM, mengangkat produk kita, serta membantu branding produk UMKM binaan,” pungkas Ismail.

Sebagai informasi, pameran Pertamina SMEXPO 2022 sendiri akan berlangsung hingga 4 Desember 2022 mendatang. Selain menghadirkan produk yang menarik, pengunjung juga bisa mengikuti rangkaian talk show dan workshop dengan tema yang beragam dan menarik.