Bosnia-Herzegovina dapat Status Kandidat Keanggotaan Uni Eropa

Dewan Eropa memberikan Bosnia-Herzegovina status kandidat untuk keanggotaan Uni Eropa (UE). Para pemimpin UE menyetujui keputusan tersebut pada pertemuan puncak di Brussels menyusul rekomendasi dari Komisi Eropa pada Oktober dan pemungutan suara di Dewan UE dan Dewan Urusan Umum pekan ini.

Kepala kebijakan luar negeri UE Josep Borrell menyambut baik keputusan tersebut. “Ini adalah keputusan rakyat Bosnia dan Herzegovina. Para pemimpin politik sekarang dapat mengubah ambisi ini menjadi kenyataan melalui reformasi yang menentukan,” katanya.

Prioritas utama Bosnia-Herzegovina adalah bergabung dengan komunitas politik dan ekonomi negara-negara Eropa, serta bergabung dengan Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Negara Balkan menjadi kandidat potensial untuk blok tersebut selama KTT Dewan Eropa di Thessaloniki pada 2003.

Negara tersebut secara resmi mengajukan keanggotaan UE pada tahun 2016. Status pencalonan adalah langkah pertama dalam proses aksesi UE jangka panjang suatu negara.

Setelah suatu negara diberikan status kandidat, negosiasi aksesi dimulai secara bertahap, asalkan persyaratannya terpenuhi. Negosiasi aksesi dapat memakan waktu bertahun-tahun untuk dimulai.

Banyak negara-negara Eropa menyambut status kandidat keanggotan Bosnia-Herzegovina di UE. Kementerian Luar Negeri Slovenia mengucapkan selamat kepada Bosnia-Herzegovina atas perolehan status kandidat UE.

“Keputusan ini penting bagi UE, kawasan Balkan Barat, dan bagi warga Bosnia dan Herzegovina. Kami mengucapkan selamat kepada BiH pada hari bersejarah ini!” katanya dalam sebuah pernyataan.

Seorang komisioner UE untuk perluasan,Oliver Varhelyi menyambut keputusan tersebut. Menurutnya masa depan Bosnia terletak di UE. “Waktunya akhirnya tiba! Bosnia dan Herzegovina sekarang selangkah lebih dekat ke Uni Eropa,” kata Menteri Luar Negeri Austria Alexander Schallenberg.

Denis Becirovic, seorang Bosniak anggota kepresidenan tripartit Bosnia, mengatakan bahwa keputusan tersebut merupakan dorongan bagi semua warga negara. “Dengan keputusan ini, hubungan antara Bosnia Herzegovina dan UE semakin diperkuat. Status kandidat merupakan langkah maju dalam proses integrasi Eropa, meskipun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” katanya.

Uni Eropa Sanksi Iran Terkait Protes Massa

Para menteri luar negeri (menlu) Uni Eropa memberlakukan sanksi baru terhadap ulama, pejabat senior dan pegawai media pemerintah waktu setempat. Sanksi diberikan atas tindakan Iran terhadap pengunjuk rasa aksi demonstrasi di seluruh Republik Islam.

Para menlu Uni Eropa juga menargetkan sanksi pada para ahli yang diyakini terlibat dengan memasok Rusia dengan drone peledak untuk digunakan dalam perang di Ukraina. Para menlu memberlakukan larangan bepergian ke Eropa dan membekukan aset 20 orang.

“Uni Eropa juga membekukan aset penyiaran Republik Islam Iran karena media tersebut corong untuk tanggapan kekerasan terhadap demonstrasi baru-baru ini di Iran,” kata pernyataan para menlu Uni Eropa seperti dikutip Associated Press.

Massa Iran yang terdiri dari wanita dan pria memprotes pembatasan ketat pemerintah Iran pada kehidupan sehari-hari mereka sejak kematian Mahsa Amini. Mahsa Amini ditangkap karena diduga melanggar aturan berpakaian ketat Republik Islam.

Sejak September protes dimulai, Iran sudah mengeksekusi mati dua tahanan yang dihukum atas kejahatan yang dilakukan selama protes nasional menantang teokrasi negara. Pada Senin, satu tahanan dihukum gantung dari derek konstruksi sebagai peringatan mengerikan bagi orang lain.

Dalam sebuah pernyataan, para menteri Uni Eropa meminta Iran untuk segera mengakhiri praktik yang sangat terkutuk dalam menjatuhkan dan melaksanakan hukuman mati terhadap pengunjuk rasa. Mereka juga meminta Iran membatalkan tanpa penundaan hukuman mati yang telah digaungkan.

Para menteri juga mengecam Iran karena memasok drone ke Rusia. “Senjata yang disediakan oleh Iran digunakan tanpa pandang bulu oleh Rusia terhadap penduduk sipil Ukraina dan infrastruktur yang menyebabkan kehancuran yang mengerikan dan penderitaan manusia,” kata para menlu Uni Eropa tersebut.

Empat orang dan empat entitas, yang terdiri dari seringkali agensi, outlet media, perusahaan atau organisasi terkena sanksi karena merongrong atau mengancam integritas teritorial, kedaulatan, dan kemerdekaan Ukraina. Rusia dituduh mengirim gelombang drone buatan Iran ke Ukraina untuk menyerang pembangkit listrik dan infrastruktur utama lainnya. Uni Eropa mengatakan memiliki bukti bahwa Iran menjual drone ke Rusia sejak awal perang pada Februari.

Para menlu Uni Eropa memperingatkan Teheran agar tidak memasok lebih banyak senjata dan khususnya setiap langkah menuju kemungkinan transfer rudal balistik jarak pendek ke Rusia, yang akan menjadi eskalasi serius. Mereka mengatakan, Uni Eropa akan menanggapi setiap tindakan yang mendukung agresi Rusia terhadap Ukraina. Bulan lalu, Uni Eropa memberlakukan sanksi terhadap kepala Pengawal Revolusi Iran, Pasukan Dirgantara korps penjaga dan sebuah perusahaan yang membuat pesawat tak berawak yang diduga telah digunakan Rusia di Ukraina.